Langsung ke konten utama

Postingan

Contoh Taubat yang Besar

       Disini kita akan melihat beberapa contoh taubat di kalangan salaful ummah, para sahabat Nabi   ﷺ :      Buraidah r.a meriawayatkan bahwa Ma’iz bin Malik al-Aslami datang kepada Rasulullah ﷺ berkata: “Ya Rasulullah, saya telah mendzalimi diriku dan berzina, saya ingin engkau mensucikanku.” Nabi ﷺ menyuruhnya pulang. Hari berikutnya dia kembali dan berkata, “ Ya Rasulullah, saya telah berzina.” Dan Nabi ﷺ menyuruhnya pulang untuk kedua kalinya. Rasulullah ﷺ   mengutus kepada   kaumnya dan berkata, “Apakah kalian mengetahui apabila ada yang sesuatu   yang salah dalam mentalnya? Apakah kalian pernah memperhatikan ada yang   aneh dari tingkah lakunya?” Mereka berkata, “Kami tidak mengetahuinya   kecuali bahwa akalnya tidak terganggu dan dia adalah dari orang-orang shalih.” Maa’iz datang untuk ketiga kalinya dan Nabi ﷺ   memanggil kaumnya dan mereka   berkata bahwa tidak ada yang salah dengan diri...
Postingan terbaru

Rembang, Kota yang Melahirkan Para Ulama Modern

  Kota Rembang merupakan kota kecil yang terletak di utara pantai Jawa. Jumlah penduduk kota ini mencapai 600 ribu pada tahun 2022. Kota ini banyak melahirkan ulama – ulama karismatik di era modern seperti K.H. Maimun Zubair (Alm), K.H. Ahmad Mustofa Bisri, Gus Baha (Ahmad Bahauddin Nursalim), Gus Qayyum dari Desa Soditan, serta Menteri agama saat ini, K.H. Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut juga berasal dari Rembang. Dari beberapa nama yang terkenal, terdapat juga beberapa ulama yang memiliki ilmu dan pengetahuan yang mumpuni namun tidak tampil di layar kaca seperti Mbah Khundori dan Gus Ruri (Ali Masruri) yang keduanya berasal dari Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Kota Rembang memiliki 114 pondok pesantren yang tercatat di Badan Pusat Statistik. Kecamatan Lasem memikili jumlah terbanyak sekitar 27. Pondok pesantren An-Nur yang terkenal di Desa Soditan yang dinaungi ole Gus Qoyyum. Masjid Jami' Lasem atau Jami’ Baiturrahman yang didirikan tahun 1588 M meru...

Bahaya Meremehkan Dosa-Dosa

Ketahuilah, semoga Allah merahmatiku dan dirimu, bahwa Allah telah memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk bertaubat dengan ikhlas dan telah menetapkan bahwa melakukannya (taubat) adalah kewajiban. Allah berfirman:   “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS At-Tahrim [66] : 8) Allah telah memberikan kita waktu untuk bertaubat sebelum kiraaman kaatibin (malaikat yang mulia yang mencatat amalan) mencatat amal-amal kita. Nabi Muhammad  ﷺ  bersabda: “Malaikat di sebelah kiri mengangkat penanya (yakni menunda untuk menulis) selama enam jam (ini mungkin berkenaan dengan waktu enam jam dari 60 menit perjam sebagaimana yang dihitung para atronom, atau dapat merujuk pada periode singkat di siang atau malam hari –Lisaan al-Arab) sebelum dia mencatat perbuatan dosa seorang Muslim. Jika dia menyesalinya dan memohon ampunan Allah, amal (buruk) itu tidak dicatat, selain itu maka akan dicatat sebagai...